Tampilkan postingan dengan label el Mahabbah ^_^. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label el Mahabbah ^_^. Tampilkan semua postingan

:) :) :)

Selasa, 11 Oktober 2011

Jika kau bertanya tentang KEBAHAGIAANku

Aku menjawab “Ya, aku selalu bahagia…”


Jika kau bertanya tentang KESENDIRIANku

Aku menjawab “Tidak, aku tak pernah sendiri…”


Jika kau bertanya tentang MIMPIku

Aku menjawab “Mimpi itu masih setia mendampingiku…”

***

Kalaupun suatu hari nanti kau lihat ada sedikit mendung dari air mukaku,

Itu bukan berarti aku tak BAHAGIA,

Tapi aku cuma butuh sedikit waktu menyiapkan diri untuk tahu rencana lain dariNya J


Kalaupun suatu haru nanti kau lihat aku sedikit resah dengan kesendirianku,

Itu bukan berarti aku merasa SENDIRI,

Tapi aku sedang mempersiapkan diri agar tak begitu cemen untuk bertemu dengan sang pemilik igaku


Kalaupun suatu hari nanti kau lihat ada sedikit kejenuhan pada diriku,

Itu bukan berarti aku putus asa dalam mengejar MIMPI,

Tapi aku butuh rehat sejenak untuk kemudian kembali melebihkan langkah dan do’a untuk mimpiku


Yang kau lihat dalam diriku sebenarnya hanya KEBAHAGIAAN dan KEKUATAN MIMPI.

Hanya saja sedikit sering ku “cover” dengan kemasan lain…


chrysannee’s,

sepuluh sepuluh duaribusebelas

I am SINGLE, not JOMBLO

Minggu, 09 Oktober 2011


Keluar negeri...
Haiih, kapan ye?? Iri dengki berkecamuk di dada kalo ngeliat orang trip keluar negeri, apalagi yang dapat scholarship keluar negeri. Ckckck, kesian!

Duuh, gini nih kalo abis ngeliat blog orang yang keliling dunia. Badan mendadak gak enak, hati berguncang tak karuan. Efeknya : LEMES! Ditanyak in temenku...

"Nape Nis?"
"Gak, saking ajah lagi pengen sendiri..."
*padahal :b

Berbicara soal study sekarang, yap! Aku masih berkeinginan studi so much. Entah kenapa pas awal wisuda aku ngebet banget nikah. Sekarang malah berkebalikan. Pengen jalan-jalan melanglang buana duluuu pokokna mah. Mengejar impian yang sempat stagnan..
Kurasa mimpi itu masih jelas, Kawan. Wish me can reach it! :)
Hm kalo dipikir setiap sikap, pekerjaan memang selalu berdampingan dengan yang namanya RESIKO yah. Sampek kebahagiaanku saat inipun masih diragukan oleh orang laen. Piye jal?
Aku bahagia dengan hidupku sekarang ini, meskipun memang masih ada mimpi yang menggantung 5 cm di depan keningku yang masih ingin kucoba kejar. Naasnya sodaraaa, di saat aku sedang bahagia-bahagianya berkutat dengan Future Project ku itu aq sering di cap "KRISIS KASIH SAYANG" secara gak langsung. Katanya karena gak punya PACAR.
Fiuh, sakit.
Padahal aku benar-benar bahagia dengan hidupku sejauh ini. Dibilang jomblo istiqomah lah, apa lah. Ah, bodo teuing! I am single, not JOMBLO!
Aku sudah cukup repot lahir bathin dengan masalah keluarga dan kerjaanku, jangan ditambah lagi lah dengan masalah yang -belom- penting itu. Plis.

Oia, jomblo itu orang yang udah pernah pacaran tapi putus kan?
Sori, klo gitu itu gak berlaku buat ane..:P

y Allah, cukuplah dengan keluargaku dan mimpiku untuk saat ini...:)



#gak ngerti hubungan gambar sama postigannya dimana :D

No Tittle

Minggu, 19 Juni 2011

Tuhan tahu aku menunggu,
Tuhan tahu aku terpaku,
Tuhan tahu aku menyeru,
Tuhan pun ternyata lebih tahu aku hanya merancu...

Tuhan melihat aku berkutat,
Tuhan melihat aku berbuat,
Tuhan melihat aku bermunajat,
Tuhan pun ternyata lebih cermat melihat, bahwa aku butuh mengecap...

Semesta, cukupkan Allah sebagai pendampingku..
Cinta tak pernah salah, cinta tak pernah menyakiti. Tak ada orang yang pernah menyakitiku, yang ada hanya orang yang sedang Allah perankan sebagai penguji keberserahanku padaNya. Allah mengerti bahwa aku memang butuh cobaan, untuk menjadikanku lebih dewasa, menjadikanku lebih penerima, mendidik hatiku, mendidik imanku, mendidik akhlakku...
Masalah hati bukan masalah negeri...
Bisa disuap dari segala sisi, masalah hati tetaplah hati. Hitam tetap hitam, putih tetap putih. Kadang ada sedikit pelangi di sela hujan dan panas, ada sedikit mendung antara air dan awan...

"Y Allah, jikalau memang harapanku bukan skenario indahMu, jadikan setiap tetesan do'aku untuknya sebagai penawar hatiku darinya..."

Ijazah utowo Ijab Sah

Rabu, 13 Oktober 2010


Akhir-akhir ini menjelang aku sidang ujian skripsi, perasaan itu mendominasiku... Perang antara IJAZAH dan IJAB SAH. Emang ya, ujian tiap-tiap orang bisa berbentuk apa aja..

Hiksss.....

Udah kagak bisa terelakkan lagi, akhir –akhir ini aku emang bener pengen nikah. Entahlah kau mau menyebutnya apa. Mupeng lah, apa lah. Whatever ! Yang penting aku pengen nikah.... Aku cuma pengen hati ini tenang en terjaga. Makanya aku bilang, aku pengen nikah, bukan pengen pacaran. Aku menginginkan segalanya berstatus halal, titik. Kalo kamu juga menginginkan hal yang sama denganku, maka kamu harus minta aku lewat orangtuaku terlebih dahulu ya Adamku... Berat nyari orang yang kayak gini di jaman sekarang.

Apalagi setelah baca kalamullah...

"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari
jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya
diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda tanda bagi kaum yang berfikir"
(QS. Ar-Rum: 21)

Sedih...

Mugkin ini sebagai ungkapan paling sopan bagiku yang tak menginginkan adanya proses pacaran sebelum pernikahan. Kuusahakan untuk menjaga kekonsekwenan itu. Sedapat mungkin. Karena aku tahu, jiwaku masih tergolong lemah, nafsuku tergolong masih belum terkendali sepenuhnya. Aku membuka hati untuk pacaran berarti aku telah membuka lebar-lebar pintu bagi setan untuk menjamahku. Na’udzubillahiminsyarri dzalik.

Kamu menganggapku terlalu idealisme tak apa-apa.. “Mana mungkin jaman sekarang orang nikah tanpa pacaran...” Monggo.... Atau “Alah, sok suci... Lu masih normal kan? Pasti pernah suka sama cowok? Gayanya gak pengen pacaran, padahal ngeliat temennya jalan berduaan lu ngiri. Iya kaan?...” Kuakui, emang iya. Gak pernah aja, keseringan malah kalo aku tertarik sama cowok. Halooo??? Secara aku normal gitu, gen XX masih mendominasi tubuhku. Wajar aja lah kalo aku kayak gitu. Yang bedain kan cuma,,,, “Lu ngikutin perasaan itu apa enggak...” gitu aja. Gak mbulet-mbulet banget tow..

Iya, perasaan pengen cepet-cepet dapet tambatan hati, perasaan pengen agamaku segera disempurnakan. Perasaan yang bakalan ditentang mati-matian sama Emakku gara-gara alasan masih 21 tahun lah, masih belom sarjana, masih belom dapet kerjaan, masih banyak yang belom dipelajari tentang rumah tangga. Huhuhu... Melas banget. Gini gayanya Emakku kalo lagi nasehat ke anaknya yang paling dekil nih... “Kak, pernikahan itu gak gampang. Liat aja pernikahan di usia dini banyak yang gagal. Itu karena emosi mereka sama-sama belom mateng. Oke lah kalo pas awal-awal pernikahan, yang diurus cuma suami aja. Nah kalo dah punya anak? Pikiran menambah, ngurus suami, ngurus anak, ngurus kerjaan –kalo ada-. Yah, kalo menurut Ibu ya nikahnya umur 27 atau 28 aja.

HAAAA? DIENGGGGGG!!! 27 TAHUN BENTUKKU KAYAK APA? YA MAKAN HATI SEPANJANG TAHUN LAH NGELIAT TEMEN-TEMEN SEBAYAKU DAH NGEMONG BAYI-BAYI LUCU.....
“Aduh Bu, aku nikah maksimal 25 tahun yah? Pliiiis....”
Apa coba kata Emakku, “Husss, perkataan adalah do’a”

Jiiiii, gubrakk! Percuma aja aku do’a2 sampek nangis2 segala minta nikah umur 23 an kalo Emakku doanya aku nikah umur 27 an... Belom nyampek awan Sratokumulus doaku dah disalip sama do’a Emakku. Bukannya do’a orangtua lebih mustajabah...T_T

Featured Posts